In

Memori Bulan Mei


Minggu, 31 Mei 2020

Kepada 
Teman-teman
Dimanapun kamu berada

Halo, lama tidak bersua, kapan terakhir kali kita tertawa bersama seperti sedia kala? terakhir kali  saling berbagi cerita lika liku drama masa dewasa muda. Kemarin bukankah baru saja kita masih berlari di gang jalanan rumah, bertukar isi binder adinata, MP3 nada dering lewat infra merah, lalu dengan bangga sekali karena baru saja membuat akun sosial media, menggunggah kenangan bahagia sambil menulis kata-kata bijaksana di berandanya.

Terakhir yang terekam jelas dalam memori, kita masih mengenakan seragam putih merah, menikmati cireng di depan kantin bercat ungu muda, lalu bukankah baru beberapa jam lalu, kamu sibuk membuka buku tulis hijau itu untuk mencatat materi kursus matematika di rumah ibu wali kelas, lalu aku yang bersepeda berkecepatan kencang, ingin segera pulang hanya untuk menyaksikan  drama korea, atau aku yang setiap harinya berangkat dengan bison menuju Sekolah Menengah Atas di tengah kota. Oh bukan-bukan, beberapa menit lalu, aku masih sibuk mengolah data-data hasil wawancara observasi untuk skripsi psikologi, bukan?

Oh iya, maaf, belakangan ini aku cuma bisa mengerti kabarmu dari story atau ketikan "apa yang anda rasakan saat ini" dalam media daring. Kamu sehatkan? Memang banyak yang berubah belakang, entah karena isu beragam di dunia atau kisah lain yang mungkin tak sempat kamu katakan. Aku harap kamu selalu berbahagia dan menjalani saat ini dengan hati lapang. Tak terasa, kita telah sama-sama beranjak dewasa, jauh terburu seharusnya. Tak apa dalam hidup kita tidak sedang berlomba. Cukup selalu berusaha sampai waktu yang tidak dapat dipastikan, kelak suatu saat nanti, kita kembali bersua sembari tertawa mengingat hal-hal jenaka dan sederhana yang berhasil membuat kita semua merasa seperti sedang 'di rumah'. 

Mei, bulan ini tentu riuh, sepi, bermakna, dan juga hampa. Pembelajaran yang tak kunjung usai dipelajari, tentang cerita manusia melintasi dinamika cerita dalam skenario drama nyata. Nyala dan membara atau redup dan gelap, entah riang ataupun malah muram dan mungkin sebagian semangat dan bagian lainnya menyayat. Apapun itu, aku tau kita mampu. Tentu, dalam penghujung hari, minggu, bulan atau tahun nantinya, bolehkan ku menitip beberapa bait kenangan dan rasa rindu akan memori masa lalu.

Kepada teman yang entah sekedar mampir atau yang sampai saat ini masih setia mengiringi di tengah-tengah hari ramai.Ternyata kita sama-sama beranjak menjadi dewasa. Berkawan dengan pertemuan dan perpisahan, dan selalu di setiap kata akhir, apakah benar-benar akhirnya? atau mungkin terangkai pada kata demi kata menjadi kalimat yang tersusun rapi berjajar membentuk kalimat baru yang akhirnya ini semua hanyalah permulaan. Selamat jalan mungkin sebenarnya bukanlah kata perpisahan, tetapi kalimat yang bermakna selamat datang di lembaranmu yang baru. 

atas bulan-bulan Mei yang telah terhenti tepat hari ini. Sampai bertemu di Mei berikutnya, berikutnya, dan seterusnya.


Salam Hangat,


Deasy Mei.



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.